Kuingin menguntai indahnya cinta
Namun diriku tak miliki kuasa dan daya
Ketika sang pangeran melihat dia
Seketika pangeranpun menaruh hati padanya
Kini kuhanya bisa berharap dan berdoa
Semoga kelak Tuhan memberiku bahagia
Setelah kulalui lika-liku dunia.......
Sabtu, 06 Desember 2008
KISAH CINTA DI NEGERI INI
Alam kini mulai padam
Jantung yang berdegup kinipun redup
Bahkan, cinta yang dulu bertahta kini juga sirna
Entah, apa yang tersa?
Kini dunia bak neraka
Banyak mereka yang tak memilki rasa iba
Banyak pula mereka yang sakit meronta-ronta
Inikah akhir dari kehidupan yang bahagia?
Jantung yang berdegup kinipun redup
Bahkan, cinta yang dulu bertahta kini juga sirna
Entah, apa yang tersa?
Kini dunia bak neraka
Banyak mereka yang tak memilki rasa iba
Banyak pula mereka yang sakit meronta-ronta
Inikah akhir dari kehidupan yang bahagia?
CERITA BUNGA
Kurasakan bagai bunga tak bermadu
Yang hanya berteman sepi dan pilu
Layaknya kasih...
Kuingin tergapai oleh kumbang yang lucu
Namun ternyata itu semua adalah semu
Semu yang mengoyakkan kelopak serta mahkota hatiku
Kini, angin datang berdesis menderu
Meniupkan angin yang sendu
Hingga seluruh jiwaku runtuh bagaikan batu yang lapuk termakan waktu...........
Yang hanya berteman sepi dan pilu
Layaknya kasih...
Kuingin tergapai oleh kumbang yang lucu
Namun ternyata itu semua adalah semu
Semu yang mengoyakkan kelopak serta mahkota hatiku
Kini, angin datang berdesis menderu
Meniupkan angin yang sendu
Hingga seluruh jiwaku runtuh bagaikan batu yang lapuk termakan waktu...........
C I N T A
C-uka asam cinta membuatku teryawa
I-ndahnya bintang dan bulan purnama menerangi kasih di jagad raya
N-amun ketika benci dan luka itu tiba, bukan hanya raga ini yang terluka melainkan jiwa juga
T-ak pernah kukira jalan hidupku berwarna, meskipun tak pernah jingga, namun tetap bangga kusangga...hingga
A-khirnya kutemukan berjuta rasa yang berujung sayang dan cinta.....
I-ndahnya bintang dan bulan purnama menerangi kasih di jagad raya
N-amun ketika benci dan luka itu tiba, bukan hanya raga ini yang terluka melainkan jiwa juga
T-ak pernah kukira jalan hidupku berwarna, meskipun tak pernah jingga, namun tetap bangga kusangga...hingga
A-khirnya kutemukan berjuta rasa yang berujung sayang dan cinta.....
TENTANG BUNDA
Kau bagaikan dewi surga
Yang selalu memberikan keindahan disetiap tutur katamu
Kau bagaikan bunga kapas
Yang selalu memberikan kelembutan disetiap belaianmu
Kau bagaikan tiang ditengah lapang
Yang selalu memberikan kekuatan disetiap langkahmu
Oh, bunda
Sungguh kami sayang padamu......................
Yang selalu memberikan keindahan disetiap tutur katamu
Kau bagaikan bunga kapas
Yang selalu memberikan kelembutan disetiap belaianmu
Kau bagaikan tiang ditengah lapang
Yang selalu memberikan kekuatan disetiap langkahmu
Oh, bunda
Sungguh kami sayang padamu......................
AKU, KAMU, DAN DIA
Terlukis jelas kenangan itu
Ketika aku bersama dia dan kamu
Bercanda tawa dengan guru
Terlukis jelas ingatan itu
Ketika aku bersama dia dan kamu
Mengatasi rintangan dengan semangat jitu
Namun, kini aku, dia dan kamu saling berlalu
Tak pernah mengingat masa indah itu
Dan aku berharap Tuhan mendengar doaku
Agar aku, dia, dan kamu bisa lagi bersatu
seperti waktu itu..........
Ketika aku bersama dia dan kamu
Bercanda tawa dengan guru
Terlukis jelas ingatan itu
Ketika aku bersama dia dan kamu
Mengatasi rintangan dengan semangat jitu
Namun, kini aku, dia dan kamu saling berlalu
Tak pernah mengingat masa indah itu
Dan aku berharap Tuhan mendengar doaku
Agar aku, dia, dan kamu bisa lagi bersatu
seperti waktu itu..........
Minggu, 30 November 2008
HARIAN UNTUK SANG PANGERAN
Semarang, 20 Januari 2007
Hidupku seperti batu
Yang hanya bisa diam dan membisu
Dan terpaku setiap waktu
Tapi apakah kau tahu hidupku telah hancur?
Iya!pastilah kau semua tahu
Karena batu rentan oleh waktu
Alhasil, aku lapuk!
Namun, aku tahu
Itu semua hanyalah semu
Semu yang selalu menipu hatiku
Semarang, 22 Januari 2007
Ketika angin berdesis menderu
Kupu-kupu terbang bersama debu
Kau ucapkan cinta padaku
Dan disaat itu akupun terima cintamu
Kian lama aku kian tahu
Bahwa diriku tak pernah menyayangimu
Aku sadari bahwa aku keliru
Namun, aku tetap diam membisu
Kini aku telah jauh darimu
Namun, mengapa bayanganmu tiba-tiba muncul dihadapanku?
Dan hati ini seolah terus memanggil namamu
Aku berharap rasa ini akan cepat hilang dan berlalu
Semarang, 18 Maret 2007
Ketika dia tersenyum, semua mata tertuju pada-nya
Ketika dia berjalan, semua bibir mengucap nama-nya
Dan ketika dia bermimpi, semua angan dapat diwujudkan-nya
Bahkan ketika dia bercinta, semua cinta dengan mudah didapatkan-nya
Tidak dengan aku
Di dalam hidupku tidak ada satupun cinta yang berlabuh padaku
Cinta itu hanya sekedar hinggap di hati ini kemudian pergi terbang melayang tanpa melihat sisi ini yang sebenarnya sakit menerima kenyataan ini
Meskipun aku tahu Tuhan tak mungkin tak adil denganku dengan keadaan ini
Tapi,apa aku tak boleh memiliki cinta itu?
Cinta yang bisa dimiliki semua orang?!
Aku sungguh tak mengerti
Detik demi detik telah kulalui dengan tak pasti
Namun tetap aku jalani dengan sepenuh hati
Dan meskipun aku harus menunggu dengan letih, aku akan tetap arungi semua ini demi cinta sejati.........................
Semarang, 18 Maret 2007
Satu titik bahagia lewat dihadapan mata ini
Namun, sekilas kebahagiaan itu telah lenyap bersama rasa pedih dan benci
Dan seketika itu aku tersadar dari bunga tidurku
Bahwa itu semua hanyalah sebuah ilusi yang tak akan pernah aku temui
Dan aku menyadari bahwa kini sudah saatnya aku pergi dari dirinya yang tak mungkin pernah menyayangi diri ini dengan sepenuh hati
Tuhan, tegarkanlah hati ini kala raga dan jiwa ini harus jauh dari sisinya
Dan berikanlah kebahagiaan untuknya kala dia menemukan cinta kasihnya, karena sesungguhnya bahagianya adalah bahagiaku jua.........
Semarang,20 Maret 2007
Satu demi satu
Detik itu ditinggalkan
Jarum runcing yang terus berjalan
Seolah nampak tak letih
Satu langkah menuju perubahan
Hati berdebar untuk itu
Sayang, rasa ini tak sepadan dengan itu
Perih, pedih menyiksa jiwa ini.
Semarang,8 Mei 2007
Nada demi nada kumainkan
Lirik demi lirik kuucapkan
Aku bernyanyi untuk Sang Pangeran
Sang Pangeran yang selalu kunantikan
Tapi.....apakah Sang Pangeran mendengarkan?
Semarang, 8 Mei 2007
Terdengar bisikan angin
Sayup-sayup menyayat hati
Terlihat goresan-goresan pena
Perlahan menusuk batin
Inikah cinta?
Iya. Tapi juga bukan
Hidupku seperti batu
Yang hanya bisa diam dan membisu
Dan terpaku setiap waktu
Tapi apakah kau tahu hidupku telah hancur?
Iya!pastilah kau semua tahu
Karena batu rentan oleh waktu
Alhasil, aku lapuk!
Namun, aku tahu
Itu semua hanyalah semu
Semu yang selalu menipu hatiku
Semarang, 22 Januari 2007
Ketika angin berdesis menderu
Kupu-kupu terbang bersama debu
Kau ucapkan cinta padaku
Dan disaat itu akupun terima cintamu
Kian lama aku kian tahu
Bahwa diriku tak pernah menyayangimu
Aku sadari bahwa aku keliru
Namun, aku tetap diam membisu
Kini aku telah jauh darimu
Namun, mengapa bayanganmu tiba-tiba muncul dihadapanku?
Dan hati ini seolah terus memanggil namamu
Aku berharap rasa ini akan cepat hilang dan berlalu
Semarang, 18 Maret 2007
Ketika dia tersenyum, semua mata tertuju pada-nya
Ketika dia berjalan, semua bibir mengucap nama-nya
Dan ketika dia bermimpi, semua angan dapat diwujudkan-nya
Bahkan ketika dia bercinta, semua cinta dengan mudah didapatkan-nya
Tidak dengan aku
Di dalam hidupku tidak ada satupun cinta yang berlabuh padaku
Cinta itu hanya sekedar hinggap di hati ini kemudian pergi terbang melayang tanpa melihat sisi ini yang sebenarnya sakit menerima kenyataan ini
Meskipun aku tahu Tuhan tak mungkin tak adil denganku dengan keadaan ini
Tapi,apa aku tak boleh memiliki cinta itu?
Cinta yang bisa dimiliki semua orang?!
Aku sungguh tak mengerti
Detik demi detik telah kulalui dengan tak pasti
Namun tetap aku jalani dengan sepenuh hati
Dan meskipun aku harus menunggu dengan letih, aku akan tetap arungi semua ini demi cinta sejati.........................
Semarang, 18 Maret 2007
Satu titik bahagia lewat dihadapan mata ini
Namun, sekilas kebahagiaan itu telah lenyap bersama rasa pedih dan benci
Dan seketika itu aku tersadar dari bunga tidurku
Bahwa itu semua hanyalah sebuah ilusi yang tak akan pernah aku temui
Dan aku menyadari bahwa kini sudah saatnya aku pergi dari dirinya yang tak mungkin pernah menyayangi diri ini dengan sepenuh hati
Tuhan, tegarkanlah hati ini kala raga dan jiwa ini harus jauh dari sisinya
Dan berikanlah kebahagiaan untuknya kala dia menemukan cinta kasihnya, karena sesungguhnya bahagianya adalah bahagiaku jua.........
Semarang,20 Maret 2007
Satu demi satu
Detik itu ditinggalkan
Jarum runcing yang terus berjalan
Seolah nampak tak letih
Satu langkah menuju perubahan
Hati berdebar untuk itu
Sayang, rasa ini tak sepadan dengan itu
Perih, pedih menyiksa jiwa ini.
Semarang,8 Mei 2007
Nada demi nada kumainkan
Lirik demi lirik kuucapkan
Aku bernyanyi untuk Sang Pangeran
Sang Pangeran yang selalu kunantikan
Tapi.....apakah Sang Pangeran mendengarkan?
Semarang, 8 Mei 2007
Terdengar bisikan angin
Sayup-sayup menyayat hati
Terlihat goresan-goresan pena
Perlahan menusuk batin
Inikah cinta?
Iya. Tapi juga bukan
Langganan:
Postingan (Atom)